Senin, 26 Desember 2011

Itropeksi diri di tahun yang baru




Tahun Baru, Saatnya Instropeksi Masa Lalu

            Maha Suci Allah yang telah menciptakan sistem siklus kehidupan, malam berganti siang, hari berlalu menyusun minggu, hitungan bulan membentuk tahun. Kini kita telah memasuki tahun baru 1 Januari 2012 Masehi dan meninggalkan tahun 2011. Banyak kenangan dan peristiwa telah kita tempuh dalam satu tahun yang lalu, dan tentunya telah meninggalkan suatu kesan, yaitu kesan baik dan buruk.  Memang, tahun baru 1 Januari ini bukan merupakan Tahun Baru Islam, karena dalam Islam telah memiliki kalender dalam Hijriyah, tetapi tak ada salahnya pula kita sebagai seorang muslim menggunakan momen tahun baru ini sebagai ajang untuk menginstropeksi diri dari segi apapun.

            Tahun Baru adalah momentum yang baik sebagai sarana untuk melakukan introspeksi diri, muhasabah atau evaluasi diri, sejauh mana keinginan kita untuk menemukan dan memperbaiki berbagai kekurangan kita di masa lalu serta sejauh mana waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah SWT dalam mengarungi kehidupan ini untuk dimanfaatkan dan lebih bermakna, berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Khalik maupun antara manusia dengan sesama manusia serta alam semesta. So, dalam menyambut tahun baru ini hendaknya kita tidak terlalu berlebihan misalnya saja dengan perayaan � perayaan, tetapi kita mesti ingat bahwa dengan adanya tahun baru berarti �jatah�umur kita yang diberikan oleh Allah di dunia ini semakin berkurang. Kita mesti selalu mengingat hal tersebut.


            Dalam setahun silam di tahun 2011, mungkin banyak sekali kenangan-kenangan yang terukir dalam kehidupan kita ini. Tetapi pada intinya, kita perlu ketahui apakah kenangan yang telah kita ukir di tahun � tahun yang lalu itu membawa manfaat kepada kita ataukah malah sebaliknya. Kalau memang apa yang telah banyak kita perbuat di tahun sebelumnya merupakan hal yang baik, maka pantaslah kita untuk tetap mempertahankannya dan beristiqomah. Sebaliknya, apabila apa yang telah kita perbuat telah banyak menimbulkan keburukan, maka kita harus berinstropeksi dengan hal tersebut. Misalnya saja kita ambil contoh kita, sebagai seorang pelajar, kita harus merenungkan apakah saya telah melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang pelajar dengan baik, belajar yang rajin, bersungguh � sungguh dan disiplin. Dan juga, apa sajakah prestasi � prestasi yang telah kita capai dalam tahun � tahun silam? Inilah hal yang harus kita perhatikan apabila kita sebagai seorang pelajar.

Sahabat....
            Kita mesti bersyukur, Allah SWT masih memberikan kehidupan kepada kita, kita masih diizinkan untuk menghela nafas dan tetap melanjutkan untuk beramal di dunia ini. Apa yang telah lalu, itu telah terjadi. Janganlah kita menyesali terlalu dalam semua keterlanjuran itu, akan tetapi marilah teman, kita mencoba untuk menginstropeksi diri kita sendiri supaya keburukan � keburukan kita yang telah lalu tidak  kembali terulang di tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang. Untuk itu, mari kita jadikan makna pergantian tahun dengan semangat menyambut masa yang akan datang dengan penuh harapan, kita yakin bahwa sehabis gelap akan terbit terang, setelah kesusahan akan datang kemudahan dan kita yakin bahwa pagi pasti akan datang walaupun malam terasa begitu lama dan panjang. Karena roda kehidupan selalu berputar dan tidak mungkin berhenti. Imam Syafi'i pernah berkata: �Memang sebeanrnya zaman itu sugguh menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan, tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan�.

            Sebagai refleksi mari kita jadikan peralihan tahun sebagai momen untuk melihat kembali catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan renungan atas apa yang telah kita perbuat. Kita gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup di dunia dan akhirat kelak, dengan bercermin kepada nilai-nilai dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, karena sesungguhnya Allah menjadikan pergantian siang dan malam untuk dijadikan pelajaran dan mengungkapkan rasa syukur, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Furqan: 62:  �Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.�

 Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan kepada kita semua dan menjadikan tahun ini sebagai tahun penuh kebaikan dan barokah.Amin...


Wallahu�alam bishawab

Rabu, 21 Desember 2011

sejarah


Sejarah
Hari Ibu di Indonesia
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa danSumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina TiahahuCut Nyak DhienTjoet Nyak MeutiaR.A. Kartini,Maria Walanda MaramisDewi SartikaNyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain
.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.
sumber; wikipedia

Minggu, 20 November 2011

Cara meningkatkan pengunjung blog
  1. Cara meningkatkan pengunjung Blog
    Perbanyak jumlah artikel.
    Bila semakin banyak artikel berkualitas yang anda buat, maka semakin besar pula kemungkinan blog andaakan dikunjungi
  2. Artikelyang berkualitas
    • Syarat utama jika anda ingin di kunjungi oleh banyak penggerm aryautu harusmmempunyaiartikel yang berkualitas
    • Bilasyaratutamainitidakbisaandapenuhi, makajanganberharappengunjung blog andaakanmeningkat
  3. Pemilihantema Blog
    Memilihtemamungkinmerupakanhal yang sederhana,namunmemilihtemasangatlahpenting
    Jikaandasudahsalahdalammemilihtemauntuk blog anda,makasemua yang andalaukukanmungkinakansia-sia
    Pilihlahtema yang banyakorangcaridi Internet
  4. Cara mudahdancepatpunya blog
    • Bikinalamat E-mail
    • Mendaftar Blog diBlogspot
  5. Daftarkan Blog andakemesinPencari
    • Traffic yang paling memungkinkanuntukdidapatkanadalah yang berasaldarimesinpencari (terutamagoogle)
    • Segeradaftarkan blog andasupayacepatdiindeksolehmesinpencari
    • Banyakmesinpencari yang anda,namunsebaiknya yang ewajibandadaftarkanyaitu:google,yahoodan MSN
  6. Meningkatkan Page Rank Blog Anda
    • Page rank blog andaharusbagus
    • Jika page rank blog andarendahmakaakantersisiholeh blog yang memiliki page rank yang lebihtinggi
  7. Promosikan Blog
    Mempromosikan blog memangmerupakanhal yang tidaklahmudah
    Dalammempromosikan blog ada 2 carayaitusecara online dansecara offline
  8. Syaratsifatmenjadi Blogger
    Haruspunyaminatmenulis
    Haruspunyaminatmembaca
    Harusmampuberkomunikasisecaraefektifmelaluitulisan
    Haruspunyakepribadian
  9. Tips agar situsbaruandaterindeksidalam 24 jam
    Buat minimal 5 postinganuntuksitusanda
    Buat internal link
    Daftarkankesitussosial bookmarking
    Berikankomentardi blog yang populer
  10. Kesuksesanakandatangjikatetapsajabekerjakerasdanbisamengaturwaktu
    Kita haruskreatif
    Harusmampumenerimakompetisi
    Harusmempunyaikesabaran
    Harusmeluangkanwaktu 
    copyed by:slideshare

Sabtu, 19 November 2011

My patner blog:
1.Dunia kecilku
2.Bekeljati
3.Suwartono,spD
 ketiga blog di atas adalah ,blog yang berjasa terhadap blog saya..
karena dengan berkomentar di blog tersebut,,blog saya menjadi ramai pengunjung ...

Sabtu, 05 November 2011


HARI RAYA IDUL  ADHA
 
Oleh H. Syamsul Arifin, SE

Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan istilah Hari Raya Qurban merupakan salah satu hari raya yang begitu akbar dirayakan oleh seluruh umat Islam baik di bumi Nusantara maupun di belahan dunia lainnya. Dikumandangkannya Takbir, Tahlil dan Tahmid sejak 10 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah yang merupakan hari Tasyriq, menandakan, Idul Adha memiliki nuansa dan getaran Tauhidiyah yang sendiri.



                Perayaan Idul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan qurban pada hakikatnya membawa pikiran, hati dan keimanan kita larut kepada satu peristiwa besar yang terjadi puluhan abad yang silam. Kisah yang begitu mengharukan dari seorang hamba Allah yang taat yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada perintah Sang Khalik, Allah SWT, yang untaian kisahnya begitu indah dilukiskan dalam Al Quran surah Ash-Shafat ayat 102-105 yang artinya 'Maka ketika anak itu sampai pada umur dewasa yakni sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku yang kusayang, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu. 'Dia (Isma'il) menjawab,'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatkanku termasuk orang yang bersabar. 'Maka setelah keduanya bertekad bulat dalam berserah diri (kepada Allah) dan dibaringkan pipi (Isma'il) di atas tanah. Kemudian kami berseru kepadanya, 'Hai Ibrahim, engkau telah benar-benar melaksakan perintahKu dalam mimpi itu. Demikianlah sesungguhnya Kami membalas orang-orang yang berlaku baik. '



Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma'il AS digambarkan Allah SWT sebagai ujian keimanan yang nyata sebagai mana Firman-Nya dalam surah Ash-Shafat ayat 106 yang artinya, 'Sesungguhnya ini merupakan uji coba yang nyata.'Dan dalam lanjutan kisah penyembelihan ini Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menggantikan Nabi Ismail dengan sembelihan dari syurga yakni seekor kibas yang besar yang dahulu dikorbankan oleh Habil, putra Nabi Adam AS sebagaimana Firman Allah dalam surah Ash-Shafat 107 yang artinya,'Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba/kibas).'

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjunjung tinggi perintah Allah dan keikhlasan serta kesabaran Nabi Ismail mengundang kekaguman para malaikat yang menyerukan kalimat Takbir, 'Allahu Akbar Allahu Akbar', yang disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat Tahlil, Laailaha Illallahu Allahu Akbar, yang diikuti pula oleh Nabi Ismail dengan ucapan Tahmid, 'Allahu Akbar WalillahIlhamd 'yang hingga saat ini, rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha. Rangkaian kisah keluarga taat yang Allah Abadikan dalam Al Quran nul karim tentunya mengandung banyak hikmah dan pelayaran yang sangat berharga bagi seluruh ummat manusia. Ibnu Katsir, salah seorang ulama Tafsir terkemuka menyatakan apabila Allah SWT mengabadikan satu kisah dalam Al Quran, maka sesungguhnya kisah ini amat bernilai tinggi dan berisikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia.

Adapun beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Idul Qurban antara lain adalah:

Yang pertama, hanya kepada Allah SWT segenap cinta kita curahkan karena Rahmat dan Nikmat-Nya kita terima setiap waktu dan saat yang tiada terhitung banyaknya sekalipun kita gunakan air laut sebagai tintanya dan seluruh rantai pepohonan sebagai penanya; Maka niscaya akan keringlah seluruh lautan dan habislah semua pepohonan sementara nikmat Allah masih banyak yang belum kita tuliskan. Cinta kepada Allah akan berimplikasi pada keikhlasan dan kepatuhan kita dalam menjunjung tinggi perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Yang Kedua, Hanya kepada Allah kita persembahkan segala puji sekali pun pada kenyataannya banyak manusia yang suka dipuji bahkan tidak jarang minta dipuji; karena kepada hakekatnya hanya Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi. Bukankah kita senantiasa melafazkan ayat Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin Yang artinya segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh sekalian alam?

Yang ketiga, hanya kepada Allah SWT kita berserah diri amal ibadah yang kita dirikan siang dan malam, Dzikir yang kita lafadzkan pagi dan petang yang didasari dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan pujian dari makhlukNya, pada akhirnya akan kita persembahkan kepada Allah sebagai wujud pengabdian hamba kepada Rab-Nya. Bukankah setiap hari kita berikrar dalam doa Iftitah pada shalat yang kita dirikan bahwa 'Sesungguhnya shalatku dan semua ibadahku, dan hidupku dan matiku hanyalah buat Allah Tuhan Seluruh sekalian alam.'Karenanya perayaan Idul Adha sudah kita jadikan momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT menjunjung tinggi segala perintahnya, menjauhi semua larangan-Nya, senantiasa berserah diri pada-Nya dan mengharap ampunan serta Ridha-Nya, Wallahu a'lam bisshawab.